Logo Website milik tifando.net

Ini adalah website resmi milik tifando

Membuat Website sendiri dengan Joomla

Langkah-langkah dalam membuat Web Server sendiri dengan menggunakan joomla, xampp, cloudflare

Custom Domain, Ganti blogspot.com jadi nama kesukaanmu melalui layanan Cloudflare

Mengubah domain dari blogspot menjadi nama kamu sendi

Tutorial memindahkan joomla ke komputer lain

Transfer joomla ke komputer lain

mengunci dokumen microsoft word

mengunci dokumen microsoft word agar tidak bisa diedit maupun di copy

Friday, 1 June 2018

Windows Setup: Installing using the MBR or GPT partition style

Windows Setup: Installing using the MBR or GPT partition style

When installing Windows on UEFI-based PCs using Windows Setup, your hard drive partition style must be set up to support either UEFI mode or legacy BIOS-compatibility mode.
For example, if you receive the error message: “Windows cannot be installed to this disk. The selected disk is not of the GPT partition style”, it’s because your PC is booted in UEFI mode, but your hard drive is not configured for UEFI mode. You’ve got a few options:
  1. Reboot the PC in legacy BIOS-compatibility mode. This option lets you keep the existing partition style. For more info, see Boot to UEFI Mode or Legacy BIOS mode.
  2. Configure your drive for UEFI by using the GPT partition style. This option lets you use the PC’s UEFI firmware features.
    You can preserve your data and convert the drive using the MBR2GPT tool. You can also choose to reformat the drive using the instructions below. Reformatting will erase all the data on the drive.

Why should I convert my drive?

Many PCs now include the ability to use the UEFI version of BIOS, which can speed up boot and shutdown times and can provide additional security advantages. To boot your PC in UEFI mode, you'll need to use a drive formatted using the GPT drive format.
Many PCs are ready to use UEFI, but include a compatibility support module (CSM) that is set up to use the legacy version of BIOS. This version of BIOS was developed in the 1970s and provides compatibility to a variety of older equipment and network configurations, and requires a drive that uses the MBR drive format.
However, the basic MBR drive format does not support drives over 4TB. It's also difficult to set up more than four partitions. The GPT drive format lets you set up drives that are larger than 4 terabytes (TB), and lets you easily set up as many partitions as you need.

Reformatting the drive using a different partition style

To wipe and convert the drive by using Windows Setup
  1. Turn off the PC, and put in the Windows installation DVD or USB key.
  2. Boot the PC to the DVD or USB key in UEFI mode. For more info, see Boot to UEFI Mode or Legacy BIOS mode.
  3. When choosing an installation type, select Custom.
  4. On the Where do you want to install Windows? screen, select each of the partitions on the drive, and select Delete. The drive will show a single area of unallocated space.
  5. Select the unallocated space and click Next. Windows detects that the PC was booted into UEFI mode, and reformats the drive using the GPT drive format, and begins the installation.
To manually wipe a drive and convert it to GPT:
  1. Turn off the PC, and put in the Windows installation DVD or USB key.
  2. Boot the PC to the DVD or USB key in UEFI mode. For more info, see Boot to UEFI Mode or Legacy BIOS mode.
  3. From inside Windows Setup, press Shift+F10 to open a command prompt window.
  4. Open the diskpart tool:
    diskpart
    
  5. Identify the drive to reformat:
    list disk
    
  6. Select the drive, and reformat it:
    select disk <disk number>
    clean
    convert gpt
    exit
    
  7. Close the command prompt window.
  8. Continue the Windows Setup installation.
    When choosing an installation type, select Custom. The drive will appear as a single area of unallocated space.
    Select the unallocated space and click Next. Windows begins the installation.

Make sure Windows Setup boots to the correct firmware mode

To automate this process, you'll need to run Windows Setup through Windows PE, and use a script to detect which mode you’re in before installing Windows. For more info, see WinPE: Boot in UEFI or legacy BIOS mode.

Source: https://docs.microsoft.com/en-us/windows-hardware/manufacture/desktop/windows-setup-installing-using-the-mbr-or-gpt-partition-style

Thursday, 31 May 2018

Setting Password TeamViewer agar tidak berubah-ubah


Sebelumnya pastikan dulu bahwa program TeamViewer sudah terinstall di PC Anda!
Di sini saya menggunakan Teamviewer versi 13.1.3629


Berikut langkah-langkahnya, pertama buka program teamviewer terlebih dahulu,

Perhatikan gambar dibawah ini untuk memulai men-settingnya klik di Connection lalu pilih Setup unattended access


Isikan computer name dan passwordnya seperti gambar di bawah ini


Finish
Sebelumnya pastikan dulu bahwa program TeamViewer sudah terinstall di PC Anda! Berikut langkah-langkahnya, pertama buka program teamviewer terlebih dahulu, biasanya ada di Start – All Program – Teamviewer. Perhatikan gambar dibawah ini untuk memulai menyettingnya klik di Connection lalu pilih Setup unattended access

Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef
nilah tampilan program TeamViewer pada saat dibuka, yang dilingkari warna merah adalah ID teamviewer dan Password. Fungsi setting diatas tadi adalah agar ID Teamviewer dan passwordnya tidak berubah ubah lagi pada saat diremote.

Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef
nilah tampilan program TeamViewer pada saat dibuka, yang dilingkari warna merah adalah ID teamviewer dan Password. Fungsi setting diatas tadi adalah agar ID Teamviewer dan passwordnya tidak berubah ubah lagi pada saat diremote.

Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef
Sebelumnya pastikan dulu bahwa program TeamViewer sudah terinstall di PC Anda! Berikut langkah-langkahnya, pertama buka program teamviewer terlebih dahulu, biasanya ada di Start – All Program – Teamviewer. Perhatikan gambar dibawah ini untuk memulai menyettingnya klik di Connection lalu pilih Setup unattended access Next saja Isikan computer name dan passwordnya seperti gambar di bawah ini Pilih I don’t want to create a TeamViewer account now Next Finish. Inilah ID Teamviewer Anda yang nantinya akan di remote. Inilah tampilan program TeamViewer pada saat dibuka, yang dilingkari warna merah adalah ID teamviewer dan Password. Fungsi setting diatas tadi adalah agar ID Teamviewer dan passwordnya tidak berubah ubah lagi pada saat diremote.

Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef
Sebelumnya pastikan dulu bahwa program TeamViewer sudah terinstall di PC Anda! Berikut langkah-langkahnya, pertama buka program teamviewer terlebih dahulu, biasanya ada di Start – All Program – Teamviewer. Perhatikan gambar dibawah ini untuk memulai menyettingnya klik di Connection lalu pilih Setup unattended access Next saja Isikan computer name dan passwordnya seperti gambar di bawah ini Pilih I don’t want to create a TeamViewer account now Next Finish. Inilah ID Teamviewer Anda yang nantinya akan di remote. Inilah tampilan program TeamViewer pada saat dibuka, yang dilingkari warna merah adalah ID teamviewer dan Password. Fungsi setting diatas tadi adalah agar ID Teamviewer dan passwordnya tidak berubah ubah lagi pada saat diremote.

Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef
Sebelumnya pastikan dulu bahwa program TeamViewer sudah terinstall di PC Anda! Berikut langkah-langkahnya, pertama buka program teamviewer terlebih dahulu, biasanya ada di Start – All Program – Teamviewer. Perhatikan gambar dibawah ini untuk memulai menyettingnya klik di Connection lalu pilih Setup unattended access Next saja Isikan computer name dan passwordnya seperti gambar di bawah ini Pilih I don’t want to create a TeamViewer account now Next Finish. Inilah ID Teamviewer Anda yang nantinya akan di remote. Inilah tampilan program TeamViewer pada saat dibuka, yang dilingkari warna merah adalah ID teamviewer dan Password. Fungsi setting diatas tadi adalah agar ID Teamviewer dan passwordnya tidak berubah ubah lagi pada saat diremote.

Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef

Wednesday, 31 May 2017

Export dan Import Website Joomla (2)


Pada Komputer Pertama:
1. Pada komputer pertama, aktifkan Xampp (Apache dan MySQL)
2. Ketik "localhost/phpmyadmin" pada web browser agan
3. Pilih database yang akan dibackup, contoh disini saya memilih amarta_db

4.Klik amarta_db, pilih Expor, pilih Kirim. maka akan terdownload secara otomatis (Lihat gambar)
5. Copy file tersebut ke flashdisk































6. Copy file website agan ke flashdisk yang berada di lokasi C:\xampp\htdocs , disini nama file saya adalah amarta































Pada Komputer Kedua:

1. Aktifkan Xampp (Apache dan MySQL)
2. Ketik "localhost/phpmyadmin" pada browser agan
3. Pilih New, ketik nama database sesuai nama database lama, misal "amarta_db", lalu buat

 4.Setelah berhasil, pilih Impor, choose File
5. Jika batas ukuran 2MB, maka perlu dirubah dulu supaya mampu mengupload file yang lebih besar

 6. Edit file php.ini dengan cara buka Windows Explorer C:\xampp\php\php.ini
7. Cari dan ubah menjadi upload_max_filesize=10M

 8. Cari dan ubah menjadi post_max_size=20M
9. Lalu simpan file tersebut


10. Lalu restart Apache dan MySQL pada Xampp
11. Refresh web browser agan
12. Upload kembali file databasenya, lalu kirim



13. Berhasil

14. Buka browser agan, ketik localhost/namawebsite agan


THANKS 






















http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html